Wartawan Bukittinggi Mulai “Rapatkan Barisan”: KSPSI Dorong Lahirnya Serikat Pekerja Media
![]() |
| Suasana rapat konsolidasi pembentukan serikat pekerja media di Allegro Kopi, Bukittinggi, Rabu (8/4/2026). |
BUKITTINGGI — Biasanya wartawan berkumpul untuk meliput berita. Namun kali ini, mereka justru jadi “tokoh utama” dalam sebuah agenda penting: membicarakan masa depan pekerja media itu sendiri.
Suasana itulah yang terlihat dalam rapat konsolidasi yang digelar oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Bukittinggi pada Rabu (8/4/2026) di Allegro Kopi, Bukittinggi. Bukan sekadar ngopi santai, pertemuan ini membahas satu topik serius—pembentukan serikat pekerja bagi insan media.
Rapat yang dipimpin Ketua Caretaker DPC KSPSI Bukittinggi Heri Tito Rinaldi, S.H., M.Kn. bersama Sekretaris Aryanda Putra, S.H. itu dihadiri berbagai organisasi pers dan wartawan dari Bukittinggi serta Kabupaten Agam.
Sejumlah organisasi media tampak hadir, mulai dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI), Bukittinggi Press Club (BPC), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Asosiasi Pengusaha Pers Indonesia (APPI), hingga Pemerhati Jurnalis Siber (PJS).
![]() |
| Perwakilan organisasi pers dan wartawan mengikuti diskusi pembentukan PC FSP PPMI-SPSI Bukittinggi. |
Jika biasanya wartawan sibuk menulis tentang perjuangan orang lain, kali ini mereka sepakat memperjuangkan nasib profesinya sendiri.
Dalam forum tersebut, KSPSI menegaskan bahwa sektor media juga membutuhkan wadah kolektif yang mampu memperjuangkan perlindungan hukum, kesejahteraan, dan posisi tawar pekerja.
Maklum saja, di balik berita yang setiap hari dibaca publik, masih ada dinamika industri media yang cukup kompleks—mulai dari perubahan teknologi, tekanan industri, hingga persoalan ketenagakerjaan yang tidak selalu terlihat di permukaan.
Salah satu agenda utama rapat adalah pembentukan Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Penerbitan, Percetakan, dan Media Informasi (PC FSP PPMI-SPSI) Bukittinggi.
![]() |
| Pimpinan rapat memandu jalannya diskusi lintas organisasi media di Bukittinggi. |
Lewat musyawarah yang berlangsung cukup hangat (dan tentu ditemani kopi), forum akhirnya menunjuk Wahyu Sikumbang dari Bukittinggi Press Club sebagai koordinator yang bertanggung jawab mempersiapkan pembentukan organisasi tersebut.
Penunjukan itu diharapkan dapat mempercepat penyusunan struktur kepengurusan hingga tahap legalitas organisasi.
“Ini bukan sekadar membentuk organisasi. Ini langkah bersama agar pekerja media memiliki perlindungan dan posisi tawar yang lebih kuat,” ujar Wahyu Sikumbang, Kamis (9/4/2026).
Selain membahas pembentukan struktur organisasi, pertemuan ini juga menjadi ruang koordinasi lintas organisasi media untuk menyamakan pandangan mengenai masa depan industri pers.
![]() |
| Peserta rapat menyepakati percepatan pembentukan serikat pekerja media di Bukittinggi. |
Para peserta sepakat bahwa pekerja media merupakan bagian penting dari pilar demokrasi. Karena itu, kesejahteraan dan perlindungan mereka tidak boleh sekadar menjadi catatan kaki dalam berita.
Rapat konsolidasi ditutup dengan komitmen bersama untuk segera menuntaskan administrasi dan pembentukan struktur kepengurusan di bawah koordinasi Wahyu Sikumbang.
Hasilnya akan dilaporkan kepada DPC KSPSI Bukittinggi serta ditembuskan ke tingkat provinsi hingga pusat.
Jika semua berjalan lancar, langkah ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi ekosistem media yang lebih profesional, adil, dan—yang tak kalah penting—mampu melindungi para pekerja di balik layar informasi publik.
D'ane News ID- Menyingkap Fakta Di Tengah Peristiwa



