BREAKING NEWS

Resmi Emban Amanah Surau Bersejarah, Busra Bari Djambek Tegaskan Tanggung Jawab Moral

 

Busra Bari Djambek Ketua Pengurus Surau Syech M Djamil Djambek Bukittinggi Sumatera Barat
Busra Bari Djambek, Ketua Pengurus Surau Syech M. Djamil Djambek, menyampaikan pandangan dan komitmennya dalam memimpin kepengurusan baru surau. (foto:danenews.id)


Bukittinggi, D’ane News ID — Kepengurusan baru Surau Syech M. Djamil Djambek resmi memasuki babak kepemimpinan baru. Amanah sebagai Ketua Pengurus kini diemban oleh Busra Bari Djambek, sosok yang juga merupakan cucu dari ulama besar Syech M. Djamil Djambek.

Busra Bari Djambek menyampaikan bahwa kepercayaan tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab moral untuk menjaga nilai, sejarah, serta fungsi surau di tengah masyarakat.

“Amanah ini tentu menjadi tanggung jawab besar. Surau ini memiliki nilai sejarah dan peran penting dalam pembinaan umat. Kepercayaan ini kami maknai sebagai kewajiban untuk menjaga, merawat, sekaligus menghidupkan kembali peran surau,” ujarnya.

Menurut Busra, kepengurusan baru membawa visi untuk memperkuat fungsi surau tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pembinaan karakter umat.

“Kami ingin Surau Syech M. Djamil Djambek tetap relevan dengan perkembangan zaman, namun tidak meninggalkan warisan nilai dan semangat perjuangan para pendahulu,” katanya.

Dalam waktu dekat, pengurus memprioritaskan penataan kegiatan ibadah, pembinaan jamaah, serta penguatan aktivitas keagamaan yang lebih terstruktur. Selain itu, peningkatan kenyamanan lingkungan surau dan sarana pendukung ibadah juga menjadi perhatian utama.

“Langkah awal kami adalah memastikan kegiatan surau berjalan tertib, nyaman, dan memberi manfaat nyata bagi jamaah,” jelasnya.

Busra Bari Djambek bersama Yayasan Surau Syech M Djamil Djambek Bukittinggi kegiatan pengurus surau
Ketua Pengurus Surau Syech M. Djamil Djambek Busra Bari Djambek bersama jajaran Yayasan, menegaskan sinergi kelembagaan dalam menjaga nilai sejarah dan peran surau. (foto:danenews.id)

Busra juga menekankan pentingnya peran surau bagi generasi muda. Ia menilai surau harus menjadi ruang yang ramah, terbuka, dan mampu menjawab kebutuhan pembinaan moral serta keagamaan.

“Surau harus menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, berdiskusi, dan memperdalam nilai keislaman. Ini bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembinaan umat,” ungkapnya.

Sebagai cucu dari Syech M. Djamil Djambek, Busra menyatakan bahwa warisan pemikiran dan nilai sang ulama menjadi fondasi utama arah kepengurusan ke depan.

“Warisan nilai dan pemikiran beliau adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga. Kepengurusan berkomitmen melanjutkan semangat dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat,” tegasnya.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa pengelolaan surau di era modern memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga partisipasi aktif masyarakat dan generasi muda.

“Tantangan terbesar adalah menjaga keterlibatan jamaah dan menyesuaikan pengelolaan surau dengan perkembangan sosial. Dukungan masyarakat menjadi kunci,” katanya.

Rapat pengurus Surau Syech M Djamil Djambek Bukittinggi Busra Bari Djambek bersama anggota pengurus
Suasana pertemuan Ketua Pengurus Surau Syech M. Djamil Djambek bersama jajaran pengurus, membahas penataan program ibadah, pembinaan jamaah, dan aktivitas keagamaan. (foto:danenews.id)

Busra berharap kepengurusan baru dapat memperkuat keberadaan Surau Syech M. Djamil Djambek sebagai pusat kegiatan umat yang hidup, terjaga, dan terus berkembang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memakmurkan surau ini,” tutupnya.

D’ane News ID — Menyingkap Fakta di Tengah Peristiwa

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar