BREAKING NEWS

Khatam Al-Qur'an Kembali ke Surau Inyiak Djambek Setelah 12 Tahun, Momentum Menghidupkan Warisan Pendidikan Islam di Bukittinggi

Pelaksanaan Khatam Al-Qur'an ke-50 MDTA dan ke-9 TPQ Syekh M. Djamil Djambek di Surau Inyiak Djambek Bukittinggi.
Suasana pelaksanaan Khatam Al-Qur'an ke-50 MDTA dan ke-9 TPQ Sjech M. Djamil Djambek di Surau Inyiak Djambek, Kota Bukittinggi, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini kembali digelar di surau bersejarah tersebut setelah 12 tahun.
( Foto:Dok danenews.id)

 Bukittinggi, D'ane News ID- — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Surau Inyiak Djambek, Kota Bukittinggi, Sabtu (30/5/2026). Setelah sekitar 12 tahun pelaksanaan Khatam Al-Qur'an tidak lagi digelar di surau bersejarah tersebut, tahun ini kegiatan kembali dilaksanakan di tempat yang menjadi salah satu pusat pendidikan dan dakwah Islam di Kota Bukittinggi.

Kegiatan tahun ini merupakan Khatam Al-Qur'an ke-50 bagi Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) dan ke-9 bagi Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Sjech M. Djamil Djambek. Sebanyak 42 santri mengikuti prosesi khatam sebagai bentuk pencapaian dalam pembelajaran Al-Qur'an.

Kepala SDIT, MDTA dan TPQ Sjech M. Djamil Djambek, Ustadz Muhammad Zadri, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kembali kegiatan tersebut di Surau Inyiak Djambek.

Menurutnya, kembalinya pelaksanaan khatam ke surau bukan sekadar perpindahan lokasi, melainkan bagian dari upaya menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat pendidikan agama, pembinaan generasi muda Islam, serta memperkuat ikatan antara lembaga pendidikan dan masyarakat.

Ustadz Muhammad Zadri S.Pd.I, Kepala SDIT, MDTA dan TPQ Syekh M. Djamil Djambek, di Surau Inyiak Djambek Bukittinggi saat Khatam Al-Qur'an 2026.
Kepala SDIT, MDTA dan TPQ Syekh M. Djamil Djambek, Ustadz Muhammad Zadri, S.Pd.I, berfoto di Surau Inyiak Djambek usai mengikuti rangkaian Khatam Al-Qur'an ke-50 MDTA dan ke-9 TPQ, Sabtu (30/5/2026). Ia menyebut kembalinya pelaksanaan khatam ke surau setelah 12 tahun menjadi momentum menghidupkan kembali warisan pendidikan Islam di Bukittinggi (Foto:Dok danenews.id)

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada yayasan dan pengurus yang baru, khususnya Bapak Jamil dan Bapak Gusrial selaku Ketua dan Wakil Yayasan, Bapak Busra selaku Ketua Pengurus Surau serta seluruh pihak yang terlibat. Mereka memiliki keinginan kuat untuk menghidupkan kembali Surau Inyiak Djambek. Melalui momentum Khatam Al-Qur'an ini, kami berupaya mengembalikan berbagai kegiatan keagamaan ke surau sebagaimana semangat para pendahulu," ujarnya.

Muhammad Zadri menjelaskan, pemilihan kembali Surau Inyiak Djambek sebagai lokasi pelaksanaan khatam juga memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi perkembangan pendidikan Al-Qur'an di Kota Bukittinggi.

Menurutnya, Surau Inyiak Djambek tidak bisa dipisahkan dari sosok ulama besar Minangkabau, Sjech Muhammad Djamil Djambek, yang dikenal sebagai salah satu pelopor dan penggagas tradisi Khatam Al-Qur'an di Kota Bukittinggi.

"Kami ingin menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah yang pernah diwariskan oleh Sjech Muhammad Djamil Djambek. Beliau merupakan salah satu tokoh yang ikut merintis dan memperkenalkan tradisi Khatam Al-Qur'an di Bukittinggi. Karena itu, sangat tepat jika kegiatan ini kembali dilaksanakan di Surau Inyiak Djambek sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan warisan beliau dalam dunia pendidikan Islam," ungkapnya.

Ia berharap generasi muda tidak hanya mengenal Khatam Al-Qur'an sebagai sebuah seremoni tahunan, tetapi juga memahami sejarah perjuangan para ulama yang telah membangun tradisi pendidikan Al-Qur'an di Bukittinggi sejak puluhan tahun lalu.

Muhammad Zadri juga memberikan apresiasi kepada kepengurusan Surau Inyiak Djambek yang baru atas berbagai pembenahan yang telah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, perubahan yang terlihat saat ini memberikan kenyamanan bagi jamaah maupun para santri yang mengikuti berbagai kegiatan keagamaan di surau.

"Alhamdulillah, kita melihat sekarang Surau Inyiak Djambek semakin bersih, tertata dan nyaman untuk jamaah. Ini tentu berkat perhatian serta kerja keras pengurus yang baru. Kondisi seperti ini sangat mendukung kegiatan ibadah dan pendidikan Al-Qur'an. Kami sebagai tenaga pendidik merasa senang karena anak-anak dapat belajar dan beraktivitas dalam lingkungan yang nyaman dan kondusif," katanya.

Ia menilai perhatian dan dukungan yang diberikan yayasan serta pengurus menjadi motivasi besar bagi para tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada para santri.

"Kami merasa diperhatikan dan didukung. Tentu hal ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik bagi peserta didik," tambahnya.

Meski merasa bangga melihat para santri berhasil mengikuti prosesi khatam, Muhammad Zadri menegaskan bahwa khatam bukanlah akhir dari perjalanan belajar Al-Qur'an.

"Tentu kami merasa senang melihat anak-anak berhasil mengikuti khatam hari ini. Namun bagi kami sebagai pendidik, ini bukan tujuan akhir. Proses pembelajaran masih terus berlanjut. Khusus santri TPQ yang saat ini berada di kelas lima, nantinya masih ada program lanjutan di kelas enam untuk menuntaskan hafalan minimal dua hingga tiga juz Al-Qur'an," jelasnya.

Peserta Khatam Al-Qur'an MDTA dan TPQ Syekh M. Djamil Djambek di Surau Inyiak Djambek.
Sejumlah santri peserta Khatam Al-Qur'an MDTA dan TPQ Sjech M. Djamil Djambek menunggu giliran mengikuti rangkaian kegiatan di Surau Inyiak Djambek, Bukittinggi.
(Foto:Dok danenews.id)

Ia berpesan kepada para santri agar menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dan terus membiasakan diri membaca, menghafal serta mengamalkan isi kandungannya.

"Hiduplah bersama Al-Qur'an, karena Al-Qur'an adalah pedoman dan petunjuk hidup bagi manusia. Dengan Al-Qur'an, hidup akan lebih terarah dan penuh keberkahan," pesannya.

Kepada para orang tua, ia juga mengingatkan bahwa khatam bukanlah akhir dari pendidikan Al-Qur'an anak-anak.

"Khatam ini bukan akhir, melainkan awal untuk lebih dekat dengan Al-Qur'an. Peran orang tua sangat penting dalam membimbing dan memotivasi anak agar tetap mencintai Al-Qur'an setelah kegiatan ini selesai," tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap sinergi antara yayasan, pengurus surau, tenaga pendidik, orang tua dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga Surau Inyiak Djambek kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam yang hidup di tengah masyarakat.

"Kami berharap Surau Inyiak Djambek kembali ramai dengan berbagai kegiatan keislaman. Dengan dukungan semua pihak, SDIT, MDTA dan TPQ Sjech M. Djamil Djambek insya Allah akan semakin maju dan melahirkan generasi Qurani yang berilmu dan berakhlak mulia," pungkasnya.

Selain prosesi khatam, rangkaian kegiatan tahun ini juga diisi dengan berbagai perlombaan yang diikuti para santri dan peserta khatam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun semangat kompetisi yang sehat sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan pendidikan Islam.

Suasana Khatam Al-Qur'an MDTA dan TPQ Syekh M. Djamil Djambek di Surau Inyiak Djambek.
Dewan juri dan para orang tua santri mengikuti rangkaian kegiatan Khatam Al-Qur'an ke-50 MDTA dan ke-9 TPQ Sjech M. Djamil Djambek di Surau Inyiak Djambek, Bukittinggi.
(Foto:Dok danenews id)

Rangkaian acara akan berlanjut pada Minggu (31/5/2026) dengan pelaksanaan pawai ta'aruf yang akan dimulai dari Surau Inyiak Djambek dan berakhir di kompleks SDIT, MDTA dan TPQ Syekh M. Djamil Djambek.

Pada kesempatan tersebut, panitia juga akan menyerahkan berbagai hadiah kepada peserta dan pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi atas semangat serta prestasi yang telah ditunjukkan selama rangkaian kegiatan Khatam Al-Qur'an.

Kembalinya pelaksanaan Khatam Al-Qur'an ke Surau Inyiak Djambek setelah 12 tahun bukan hanya menjadi momen keberhasilan para santri menyelesaikan pembelajaran Al-Qur'an, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan kembali tradisi pendidikan Islam yang telah lama menjadi bagian penting dari sejarah, budaya dan kehidupan masyarakat Bukittinggi.

(Redaksi D'ane News ID)


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar