BREAKING NEWS

Di Balik Meriahnya Hari Anak Nasional, Wawako Bukittinggi Ingatkan Satu Hal: Hadirlah Bersama Anak

Wakil Wali Kota Bukittinggi bersama istri dan masyarakat pada kegiatan Jalan Sehat Hari Anak Nasional di Bukittinggi.
Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, S.T.P., bersama istri, Ny. Yasmiati Ibnu Asis, dan masyarakat di sela kegiatan Jalan Sehat Hari Anak Nasional di Bukittinggi. Ibnu Asis menekankan pentingnya kehadiran orang tua dalam membersamai setiap tahapan tumbuh kembang anak. 

BUKITTINGGI — D’ane News ID | Ribuan langkah memang meramaikan jalanan Kota Bukittinggi pada momentum Hari Anak Nasional. Namun di balik kemeriahan itu, ada pesan yang jauh lebih sederhana sekaligus mendasar: anak tidak hanya membutuhkan fasilitas dan pendidikan, tetapi juga kehadiran keluarga dalam setiap tahap tumbuh kembangnya.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, S.T.P., saat memberikan pandangannya kepada D’ane News ID terkait momentum Hari Anak Nasional dan pelaksanaan Jalan Sehat yang diikuti ribuan masyarakat bersama keluarga di Bukittinggi.

Menurut Ibnu Asis, Hari Anak Nasional semestinya menjadi momentum untuk melihat kembali posisi anak secara utuh sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga.

“Momentum Hari Anak Nasional merupakan refleksi dan cara pandang kita yang utuh terhadap anak sebagai yang melekat dalam tubuh keluarga. Dan kegiatan Jalan Sehat ini merupakan salah satu sarana untuk mempersatukan dan mempertemukan keluarga dalam bingkai olahraga ringan,” ujar Ibnu Asis.

Anak Butuh Ruang untuk Tumbuh

Namun persoalan anak tentu tidak selesai ketika sebuah kegiatan berakhir dan keramaian kembali reda.

Wakil Wali Kota Bukittinggi menekankan pentingnya menyediakan wadah yang memungkinkan anak mengisi waktunya dengan berbagai aktivitas positif.

“Perlu disiapkan wadah, sarana-prasarana dan ruang yang memadai untuk mengisi waktu luang anak dengan beragam kegiatan dan aktivitas yang positif dan membangun masa depan mereka,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menempatkan ruang tumbuh anak tidak sebatas pada pendidikan formal. Lingkungan tempat anak bermain, berinteraksi, mengembangkan minat dan mengisi waktu luang juga menjadi bagian penting dalam proses membangun masa depan mereka.

Di tengah perubahan zaman dan semakin beragamnya tantangan yang dihadapi generasi muda, menyediakan ruang positif bagi anak menjadi pekerjaan yang tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak.

Keluarga, lingkungan, sekolah dan pemerintah memiliki perannya masing-masing.

Kehadiran Orang Tua Tak Bisa Digantikan

Di antara berbagai kebutuhan tersebut, Wakil Wali Kota memberikan penekanan khusus terhadap peran orang tua.

Menurutnya, orang tua perlu benar-benar hadir mendampingi perjalanan anak, bukan hanya memenuhi kebutuhan mereka secara fisik.

“Perlu dipastikan bahwa setiap orang tua hadir dan membersamai tahapan tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Sementara pemerintah, lanjutnya, memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan dasar dan perlindungan anak dapat terpenuhi.

“Pemerintah juga bisa memastikan kebutuhan pendidikan, kesehatan dan perlindungan anak,” tambahnya.

Pesan tersebut menjadi relevan ketika kesibukan orang dewasa dan perkembangan teknologi semakin mewarnai kehidupan keluarga.

Sebab pada akhirnya, fasilitas dapat dibangun dan berbagai program dapat disiapkan, tetapi ada satu ruang dalam kehidupan seorang anak yang tetap membutuhkan kehadiran orang-orang terdekatnya: keluarga.

Dari Sekolah Keluarga hingga Rumah Ibadah Ramah Anak

Wakil Wali Kota Bukittinggi juga menyebut sejumlah pendekatan yang dapat dilakukan dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Di antaranya melalui Sekolah Keluarga, Sekolah Ramah Anak, Rumah Ibadah Ramah Anak, lingkungan yang kondusif untuk anak serta Generasi Berencana.

Berbagai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kualitas anak tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas.

Keluarga menjadi lingkungan pertama, sekolah menjadi ruang pendidikan, rumah ibadah ikut membentuk nilai, sementara lingkungan sosial menentukan seberapa aman dan nyaman seorang anak bertumbuh.

Karena itu, momentum Hari Anak Nasional dapat menjadi pengingat bahwa membicarakan masa depan sebuah kota pada akhirnya juga berarti membicarakan anak-anak yang hari ini sedang tumbuh di dalamnya.

Jalan Sehat Hari Anak Nasional boleh saja telah selesai. Keramaian di Jalan Sudirman dan Lapangan Kantin pun telah kembali seperti biasa.

Namun pesan dari momentum itu semestinya tidak ikut selesai.

Anak membutuhkan pendidikan. Anak membutuhkan kesehatan dan perlindungan. Mereka juga membutuhkan ruang untuk bermain, belajar, berinteraksi dan mengembangkan diri.

Dan di antara semua itu, ada satu kebutuhan yang tidak kalah penting:

orang tua yang hadir dan membersamai mereka tumbuh.(Ane)

D’ane News ID — Menyingkap Fakta di Tengah Peristiwa

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar