Zulhamdi Nova Chandra Siapkan Arah Baru IOF Bukittinggi: Satukan Komunitas, Perkuat Sosial dan Pariwisata
Usai terpilih dalam Musyawarah Cabang (Muscab) IV IOF Kota Bukittinggi di Hotel Dymen’s, Minggu (6/9/2026), Zulhamdi menempatkan persatuan antar-klub dan komunitas sebagai salah satu fokus utama kepemimpinannya.
Ia membawa visi untuk menyatukan seluruh klub, komunitas dan penggemar off-road di Kota Bukittinggi dengan mengedepankan asas kekeluargaan.
Selain konsolidasi internal, kepengurusan baru juga diarahkan untuk meningkatkan kerja sama dengan organisasi yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan.
Menurut Zulhamdi, IOF memiliki potensi yang lebih luas daripada sekadar aktivitas olahraga otomotif. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Visi kita adalah menyatukan semua klub, komunitas serta penggemar off-roader yang berada di Kota Bukittinggi dengan asas kekeluargaan. Kita juga ingin meningkatkan kerja sama dengan organisasi yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan,” ujar Zulhamdi.
Dorong Potensi Wisata
Zulhamdi juga melihat aktivitas off-road memiliki peluang untuk mendukung pengembangan pariwisata di Kota Bukittinggi.
Ke depan, ia berencana mengembangkan potensi wisata yang ada melalui kolaborasi bersama para off-roader di Bukittinggi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menjadi ruang bagi komunitas, tetapi juga ikut memperkenalkan potensi daerah.
“Potensi wisata yang ada akan kita kembangkan dengan berkolaborasi bersama off-roader di Kota Bukittinggi,” katanya.
Di sisi lain, aspek keselamatan menjadi perhatian dalam arah kepengurusan baru. Edukasi mengenai pentingnya keamanan bagi para off-roader akan menjadi bagian dari upaya membangun budaya berkegiatan yang lebih tertib dan bertanggung jawab.
Benahi Administrasi dan Organisasi Klub
Dalam menjalankan kepemimpinan, Zulhamdi juga menargetkan pembenahan kelengkapan administrasi klub dan anggota.
Menurutnya, kelengkapan organisasi penting agar setiap klub dapat terdata dan mendapatkan pembinaan secara lebih baik oleh Pengcab IOF Kota Bukittinggi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penataan keanggotaan, termasuk Kartu Tanda Anggota (KTA) serta kelengkapan administrasi lainnya.
“Kita berharap semuanya menyatu sehingga pengurus dapat menjadi pengayom bagi seluruh yang ada di Kota Bukittinggi,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepengurusan IOF tidak ingin berjalan sendiri. Masukan dan saran dari klub maupun komunitas akan menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan organisasi.
Prinsip musyawarah dan mufakat, menurutnya, akan menjadi landasan dalam menjalankan roda organisasi.
Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Zulhamdi juga menempatkan sinergi dengan Pemerintah Kota Bukittinggi sebagai salah satu agenda penting kepengurusan ke depan.
IOF diharapkan dapat mengambil peran dalam bidang sosial kemasyarakatan dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan yang dapat mendukung program pemerintah.
“Kita ingin meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan pemerintah dengan baik. Bagaimana IOF dapat tampil membantu pemerintah, khususnya di bidang sosial kemasyarakatan,” katanya.
Semangat tersebut juga akan diarahkan pada penguatan nilai kemanusiaan dalam tubuh organisasi. Zulhamdi menyebut prinsip kebersamaan dan kepedulian harus menjadi karakter yang terus dikembangkan di lingkungan IOF.
Jika terdapat anggota maupun masyarakat di sekitar komunitas yang membutuhkan bantuan, ia berharap seluruh anggota dapat bergerak bersama sesuai kemampuan dan kapasitas organisasi.
Sikap terhadap Balap Liar
Menyangkut aktivitas balap liar yang kerap dilakukan sebagian anak muda, Zulhamdi menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak merepresentasikan organisasi IOF.
Ia mengatakan, apabila terdapat anggota klub yang terbukti terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan aturan organisasi, pihaknya akan melakukan pembinaan dan memberikan teguran.
Namun, ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta mengaitkan setiap aktivitas kendaraan off-road atau trabas dengan IOF, apabila pelakunya memang bukan anggota organisasi.
“Kalau memang terbukti anggota klub yang terlibat, secara organisasi akan kita tegur dan kita ingatkan. Karena di IOF tidak berlaku hal-hal seperti itu. Intinya, kita mengedepankan hubungan, kebersamaan dan jiwa sosial kepada masyarakat,” ujarnya.
Target Jangka Panjang
Ke depan, Zulhamdi berharap IOF Kota Bukittinggi tidak hanya semakin solid di tingkat lokal, tetapi juga mampu menghadirkan kegiatan berskala lebih besar.
Salah satu gagasan yang ingin diarahkan adalah menghadirkan kegiatan bertaraf nasional di Kota Bukittinggi, yang sekaligus dapat memberikan dampak positif terhadap pariwisata dan perekonomian daerah.
Seluruh agenda tersebut, menurut Zulhamdi, membutuhkan keterlibatan bersama seluruh unsur organisasi.
“Walaupun kami pengurus, kita tidak bisa berjalan sendiri. Segala masukan dan saran akan kita terima bersama-sama. Kalau ada yang kurang baik, kita perbaiki. Kalau sudah baik, akan kita tingkatkan,” tuturnya.
Dengan visi menyatukan komunitas, memperkuat kerja sama sosial, mengembangkan potensi wisata, meningkatkan keselamatan serta membangun sinergi dengan pemerintah, kepengurusan baru IOF Kota Bukittinggi diharapkan mampu membawa organisasi lebih dekat dengan masyarakat.
Bagi Zulhamdi, semangat kebersamaan bukan sekadar tema Muscab, tetapi menjadi fondasi untuk membangun IOF yang lebih solid, tertib dan memiliki manfaat sosial yang lebih luas.
Penulis: Yane Yolanda
Editor : D'ane News ID-
D’ANE NEWS ID — Menyingkap Fakta di Tengah Peristiwa.


