BREAKING NEWS

M. Dhanni Hariyona Nahkodai Golkar Bukittinggi, Bidik Konsolidasi Akar Rumput dan Regenerasi Anak Muda

 

M. Dhanni Hariyona menyampaikan gagasan dan arah kepemimpinannya usai terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bukittinggi dalam Musda XI di Balai Sidang Bung Hatta, Minggu (6/9/2026).


BUKITTINGGI, D’ANE NEWS ID — M. Dhanni Hariyona resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Bukittinggi melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI yang berlangsung di Balai Sidang Bung Hatta, Bukittinggi, Minggu (6/9/2026).

Usai menerima amanah tersebut, Dhanni menegaskan langkah awal kepemimpinannya akan diarahkan pada pembenahan internal organisasi, memperkuat konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, serta mendorong regenerasi dengan memberikan ruang lebih besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam politik.

Menurut Dhanni, konsolidasi internal menjadi pekerjaan pertama yang harus dilakukan sebelum partai bergerak lebih jauh. Struktur organisasi, kata dia, harus kembali diperkuat dengan menghidupkan peran kader lama sekaligus membuka ruang bagi kader-kader baru.

“Yang paling penting adalah konsolidasi internal organisasi. Kalau secara internal partai tidak dibenahi, bagaimana kita mau bergerak. Kita harus mencari kader-kader baru, menarik kembali kader-kader lama dan menghidupkan lagi jiwa Golkar,” ujar Dhanni kepada D’ANE News ID usai pelaksanaan Musda XI.

Petakan Kekuatan hingga Tingkat Kelurahan

Dhanni mengatakan, konsolidasi tidak hanya akan berhenti pada tingkat kepengurusan kota. Ia bersama jajaran pengurus baru akan melakukan komunikasi dan konsultasi secara bertahap dengan struktur organisasi di tingkat kecamatan hingga kelurahan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemetaan kekuatan politik Golkar di Kota Bukittinggi, termasuk mengidentifikasi wilayah yang selama ini menjadi basis dukungan partai.


“Kami akan segera melakukan konsultasi, baik di kecamatan sampai kelurahan. Kami memakai rumus memetakan di mana saja lumbung-lumbung suara yang bisa kita garap,” katanya.

Namun, bagi Dhanni, penguatan organisasi tidak semata-mata berbicara mengenai perolehan suara. Ia ingin keberadaan Golkar dirasakan masyarakat melalui ruang komunikasi yang lebih terbuka.

Karena itu, salah satu gagasan yang akan didorong adalah menjadikan kantor Golkar sebagai rumah bagi masyarakat, tempat warga dapat menyampaikan aspirasi, keluhan maupun keresahan yang mereka hadapi.

“Masyarakat ingin didengar. Dari keluhan dan keresahan masyarakat itu, solusi yang kita carikan harus sesuai dengan keresahan yang mereka rasakan,” ujarnya.

Buka Ruang Lebih Besar bagi Generasi Muda

Selain konsolidasi, regenerasi menjadi perhatian penting dalam kepemimpinan Dhanni.

Ia mengajak generasi muda Kota Bukittinggi untuk tidak melihat politik sebagai sesuatu yang harus dijauhi. Sebaliknya, anak muda dinilai perlu mengambil peran dan membuktikan bahwa generasi baru juga mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui jalur politik.


Ketua DPD Partai Golkar Kota Bukittinggi terpilih M. Dhanni Hariyona bersama Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bukittinggi, Angga Kurniawan, usai pelaksanaan Musda XI di Balai Sidang Bung Hatta, Bukittinggi, Minggu (6/9/2026).

Dhanni menyebut proses regenerasi tersebut juga telah mulai dilakukan di lingkungan Partai Golkar dengan memberikan ruang kepada kader-kader muda dalam kepengurusan.

Menurutnya, regenerasi bukan berarti meninggalkan kader senior. Pengalaman para kader terdahulu tetap dibutuhkan sebagai sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya.

“Kami yang muda-muda juga ingin membuktikan bahwa kami bisa berbuat untuk masyarakat. Kami bisa mengambil peran di partai politik,” katanya.

Ia menambahkan, generasi muda tetap membutuhkan nasihat dan pengalaman dari kader senior karena pengalaman tidak cukup dipelajari melalui teori.

“Pengalaman tidak bisa dipelajari hanya secara teori. Pengalaman itu kita dapatkan dari cerita dan sharing orang-orang yang sudah lebih dulu berproses,” ujar Dhanni.

Dukung Pemerintah, Tetap Beri Kritik yang Membangun

Dalam konteks politik pemerintahan daerah, Dhanni juga menegaskan Golkar akan mengambil posisi yang konstruktif.

Ia mengatakan partainya akan mendukung program pemerintah yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, dukungan tersebut tidak berarti menutup ruang kritik ketika terdapat kebijakan atau program yang dinilai perlu diperbaiki.

“Kami akan mendukung pemerintah, tetapi ketika ada yang salah, kita ingatkan. Kritik yang diberikan tentu kritik yang membangun,” tegasnya.

Menurut Dhanni, kritik terhadap pemerintah tidak boleh dilakukan sekadar untuk menunjukkan posisi berseberangan. Kritik harus didasarkan pada kepentingan masyarakat dan menjadi bagian dari upaya mencari solusi.

Ia mencontohkan persoalan masyarakat seperti pedagang yang membutuhkan tempat berjualan serta kebutuhan pengunjung terhadap lingkungan yang bersih. Menurutnya, kebijakan pemerintah harus memperhatikan kepentingan berbagai kelompok sehingga solusi yang diambil tidak hanya menyelesaikan satu persoalan, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat lainnya.

“Program pemerintah itu ada prosesnya. Kadang ada kelompok yang merasa tidak mendapatkan manfaat. Nah, di situlah kita melihat program mana yang mungkin kurang menguntungkan bagi kelompok tertentu dan kita coba memberikan masukan,” jelasnya.

Target Kembalikan Kekuatan Golkar

Dhanni tidak menampik bahwa kepemimpinannya juga akan diarahkan untuk mengembalikan kekuatan politik Golkar di Kota Bukittinggi.


Suasana pelaksanaan Musda XI Partai Golkar Kota Bukittinggi di Balai Sidang Bung Hatta, Bukittinggi, Minggu (6/9/2026), yang menjadi momentum konsolidasi dan penentuan kepemimpinan Golkar di tingkat kota.

Ia menyebut target organisasi telah menjadi bagian dari evaluasi dan konsolidasi partai, termasuk target meraih posisi strategis di lembaga legislatif serta mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik mendatang.

“Kalau target sudah pasti kita menang. Kita ingin mendapatkan kepemimpinan dan mendapatkan posisi pimpinan DPRD,” ujarnya.

Meski demikian, Dhanni menilai persaingan politik ke depan akan sangat dinamis. Kekuatan politik hari ini, menurutnya, belum tentu sama dalam beberapa tahun mendatang.

Karena itu, ia memilih menekankan kerja organisasi dan kedekatan dengan masyarakat sebagai bagian dari strategi membangun kembali kepercayaan publik.

Tiga Bulan Pertama Fokus Konsolidasi

Untuk jangka pendek, Dhanni mengatakan tiga bulan pertama kepemimpinannya akan digunakan untuk memperkuat fondasi organisasi.

Selain mengonsolidasikan struktur dan kader, ia ingin menghidupkan kembali aktivitas di kantor partai serta menghadirkan kegiatan yang dapat melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kantor Golkar itu kami ingin jadikan rumahnya masyarakat. Kami akan hidupkan kembali kantor dan membuat kegiatan-kegiatan yang bisa mengajak serta menarik generasi muda,” katanya.

Kegiatan tersebut, lanjut Dhanni, tidak harus selalu dikemas dalam bentuk politik praktis. Kegiatan sosial dan aktivitas yang memiliki manfaat bagi masyarakat juga dapat menjadi sarana membangun kedekatan partai dengan warga.

Ia mencontohkan kegiatan olahraga dan aktivitas positif lainnya yang dapat melibatkan anak-anak muda sekaligus mendorong pola hidup sehat.

“Yang penting kita buktikan kepada masyarakat bahwa Golkar hadir dan punya manfaat,” ujarnya.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, Dhanni berharap Golkar Bukittinggi mampu membangun kembali kekuatan organisasi dengan menyatukan kader senior dan generasi muda dalam satu gerak bersama.

“Kami menerima kritik dan saran yang memang membangun dan demi kepentingan masyarakat,” tutup Dhanni.

D’ANE NEWS ID — "Menyingkap Fakta di Tengah Peristiwa"


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar