PKS Sumbar Gerakkan Ribuan Warga, Jalan Sehat Hari Anak Nasional Bikin Bukittinggi Lautan Manusia
BUKITTINGGI — D’ane News ID | Minggu pagi biasanya identik dengan suasana santai. Namun pagi ini, Minggu (26/7/2026), cerita di jantung Kota Bukittinggi berbeda. Jalan Sehat Hari Anak Nasional yang digelar jajaran PKS Sumatera Barat menyedot perhatian ribuan warga hingga kawasan Jalan Sudirman dan Lapangan Kantin berubah menjadi lautan manusia.
Sejak pagi, masyarakat berdatangan bersama keluarga. Anak-anak, orang tua hingga berbagai kelompok masyarakat membaur mengikuti kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut.
Warna oranye dan putih memang terlihat mencolok di antara kerumunan. Namun yang jauh lebih mencolok adalah antusiasme masyarakat. Jalan Sudirman yang biasanya menjadi salah satu urat nadi kota, pagi itu dipenuhi langkah kaki peserta.
Kalau biasanya Minggu pagi sebagian orang masih berunding dengan bantal, kali ini PKS berhasil mengajak ribuan pasang kaki lebih dulu berunding dengan aspal.
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional itu diselenggarakan jajaran PKS di Sumatera Barat dengan melibatkan kepengurusan di daerah. Acara dibuka oleh jajaran pengurus utama DPW PKS Sumatera Barat yang dipimpin Ketua DPW PKS Sumbar, H. Ulyadi, Lc., M.A.
Sejumlah tokoh dan jajaran PKS juga tampak hadir di lokasi. Di antaranya Anggota DPR RI periode 2024–2029 Nevi Zuairina, Ketua DPRD Kota Bukittinggi dari Fraksi PKS Syaiful Efendi, Lc., M.A., serta Ketua DPD PKS Kota Bukittinggi Achmad Rajab Afandi, S.E., M.M.
Syaiful Effendi Soroti Kecanduan Gadget dan Kebijakan Ramah Anak
Di balik kemeriahan Jalan Sehat Hari Anak Nasional, Ketua DPRD Kota Bukittinggi dari Fraksi PKS, Syaiful Effendi, Lc., M.A., menekankan bahwa momentum Hari Anak Nasional tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurut Syaiful, pesan yang ingin disampaikan PKS melalui momentum tersebut adalah pentingnya perhatian semua pihak terhadap anak sebagai generasi yang akan menentukan masa depan bangsa.
“Mereka adalah harapan dan masa depan bangsa. Mereka adalah aset berharga yang semua pihak harus menjaga dan melindungi dari berbagai macam kerentanan sosial,” ujar Syaiful kepada D’ane News ID, Minggu (26/7/2026).
Ia menilai perlindungan terhadap anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga. Masyarakat dan pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab yang harus berjalan beriringan.
“Semua stakeholder atau pemangku kepentingan harus bersinergi dan berkolaborasi untuk menjaga dan melindungi anak, baik keluarga, masyarakat maupun pemerintah daerah,” katanya.
Syaiful juga menyoroti persoalan yang kini semakin dekat dengan keseharian anak, yakni kecanduan gadget. Menurutnya, diperlukan kebijakan yang mampu menjauhkan anak dari dampak negatif penggunaan telepon pintar sekaligus mengajarkan penggunaan teknologi secara bijak.
Tak hanya itu, ia mendorong hadirnya program dan kebijakan pemerintah yang ramah anak. Kepentingan anak, menurut Syaiful, perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan daerah.
Salah satu bentuk konkretnya adalah memberikan ruang bagi anak untuk terlibat dalam forum-forum pemerintah daerah serta menyediakan dukungan anggaran yang memadai bagi program yang menyangkut kepentingan anak.
Dengan demikian, peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya ramai ketika panggung berdiri dan masyarakat berkumpul. Tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah keramaian berakhir: seberapa jauh suara dan kepentingan anak ikut mendapat tempat dalam kebijakan.
Jalan Sehat, Keluarga dan Hari Anak Nasional
Dari pantauan D’ane News ID di lokasi, kepadatan peserta terlihat sejak rangkaian kegiatan berlangsung. Tak sedikit orang tua yang membawa anak-anak mereka, membuat suasana jalan sehat tak sekadar menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga ruang berkumpul keluarga.
Momentum Hari Anak Nasional pun mendapatkan warna tersendiri. Anak-anak tidak hanya menjadi tema yang terpampang pada panggung kegiatan, tetapi terlihat langsung berada di tengah keramaian bersama orang tua dan keluarga mereka.
Di tengah zaman ketika layar telepon pintar semakin akrab dengan tangan anak-anak, pagi itu pemandangannya sedikit berbeda. Gawai boleh pintar, tetapi kaki tetap perlu diajak berjalan.
Dan untuk urusan membuat peserta semakin betah, panitia tampaknya tahu resepnya.
Selain mengajak masyarakat bergerak dan menjaga kebugaran, sejumlah doorprize telah disiapkan. Berdasarkan publikasi kegiatan, hadiah yang ditawarkan antara lain satu unit sepeda motor, iPhone 15, sepeda, serta sejumlah peralatan elektronik rumah tangga.
Tak mengherankan jika peserta bertahan mengikuti rangkaian acara.
Sehat dapat, silaturahmi dapat. Soal pulang membawa sepeda motor atau telepon pintar, tentu nasib baik dan nomor undian yang menentukan.
Namun di balik riuh doorprize, ada pemandangan yang lebih penting dari sekadar hadiah.
Banyaknya keluarga dan anak-anak yang hadir menunjukkan bahwa ruang publik masih bisa menjadi tempat bertemu, bergerak dan membangun kebersamaan.
Hari Anak Nasional pada akhirnya bukan hanya soal seremoni atau tulisan besar di atas panggung. Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa anak membutuhkan ruang untuk tumbuh, bermain, bergerak, bersosialisasi dan mendapatkan waktu bersama keluarganya.
Bagi PKS Sumatera Barat, gelaran jalan sehat ini sekaligus menjadi ruang untuk hadir dan berinteraksi langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan yang melibatkan keluarga.
Sementara bagi warga, Minggu pagi itu punya cerita yang lebih sederhana: keluar rumah, berjalan bersama keluarga, bertemu banyak orang dan menikmati suasana kota.
Jalan Sudirman pun menjadi saksi. Ribuan langkah bergerak bersama di Bukittinggi.
Sebab rupanya, membuat Minggu pagi menjadi ramai tak selalu membutuhkan persoalan besar. Kadang cukup ajak masyarakat berjalan sehat, kumpulkan keluarga, lalu biarkan sedikit kejutan menunggu di garis akhir.(Ane)
D’ane News ID — Menyingkap Fakta di Tengah Peristiwa.



