Bukan Sekadar Serap Aspirasi, Reses Hj. Yessi Endriani Dorong Dasawisma Naik Kelas ke Era Digital
![]() |
| Reses Perseorangan Hj. Yessi Endriani, S.M., Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, di Hall Balaikota Bukittinggi, Rabu (19/8/2026), yang dirangkai dengan edukasi Digitalisasi Dasawisma. |
BUKITTINGGI, D’ane News ID – Reses anggota DPRD tidak selalu harus berhenti pada forum penyampaian aspirasi. Di tengah perubahan pola pelayanan publik dan kebutuhan akan data yang semakin cepat, pertemuan dengan masyarakat juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas warga.
Hal itu terlihat dalam Reses Perseorangan Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 yang dilaksanakan Hj. Yessi Endriani, S.M., Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Daerah Pemilihan Sumbar 3 (Agam–Bukittinggi), Rabu (19/8/2026), di Hall Balaikota Bukittinggi.
Reses yang berlangsung di tengah para kader Dasawisma tersebut tidak hanya menjadi ruang pertemuan dan menyerap aspirasi, tetapi juga dirangkai dengan sosialisasi Digitalisasi Dasawisma.
Pendekatan ini membuat reses memiliki dimensi yang lebih luas. Masyarakat tidak hanya datang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas pendataan keluarga di lingkungannya.
Mengenal Dasawisma dan Perannya di Tengah Masyarakat
Dasawisma merupakan kelompok masyarakat yang terdiri dari sejumlah keluarga dalam lingkungan tempat tinggal tertentu dan menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan serta kesejahteraan keluarga. Melalui kader Dasawisma, dilakukan pendataan dan pemantauan kondisi keluarga, sekaligus mendorong berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, lingkungan, sosial dan kesejahteraan keluarga.
Karena berada dekat dengan masyarakat, kader Dasawisma memiliki posisi penting dalam mengetahui kondisi keluarga secara langsung. Data yang dihimpun bukan sekadar kebutuhan administrasi, tetapi dapat menjadi gambaran mengenai keadaan masyarakat di tingkat paling bawah dan membantu mendukung program pemberdayaan keluarga agar lebih tepat sasaran.
Dalam konteks itulah, digitalisasi Dasawisma menjadi penting. Peralihan dari pencatatan manual menuju pendataan digital diharapkan membuat proses pengumpulan, pembaruan dan pengelolaan data menjadi lebih tertib, cepat dan mudah dipantau.
Ketika Data Keluarga Menjadi Bagian dari Aspirasi
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pendataan Dasawisma yang tertib dan akurat.
Selama ini pendataan keluarga di tingkat Dasawisma masih sangat dekat dengan formulir dan pencatatan manual. Padahal, informasi yang dihimpun kader menyangkut kondisi nyata masyarakat, mulai dari tempat tinggal, keluarga hingga data warga.
Karena itu, digitalisasi dipandang bukan sekadar mengganti kertas dengan perangkat elektronik. Perubahan tersebut menyangkut bagaimana data dikumpulkan, diperbarui dan dimanfaatkan agar dapat memberikan gambaran kondisi masyarakat secara lebih cepat.
Melalui sosialisasi tersebut, kader diperkenalkan dengan pola pendataan digital, termasuk proses penginputan dan pembaruan data.
Harapannya, proses yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih panjang dalam pengumpulan dan rekapitulasi dapat dilakukan secara lebih efektif, sekaligus mengurangi potensi kesalahan dalam pencatatan.
Dari Kader untuk Keluarga
Materi yang diberikan dalam kegiatan juga tidak berhenti pada persoalan administrasi.
Ibu Tati Yasmarni, S.E., M.M. memberikan materi mengenai pengisian data Dasawisma secara manual, termasuk kelengkapan identitas kepala keluarga, jumlah anggota keluarga serta data anak.
Sementara Nova Anggraini, S.Ak., Kasi PME Kecamatan ABTB, memberikan pemahaman mengenai digitalisasi Dasawisma, mulai dari input hingga pembaruan data.
Adapun Elfianti, S.K.M. dari Pokja 4, mengaitkan peran kader dengan persoalan kesehatan keluarga, khususnya mengenai stunting dan tuberkulosis (TB).
Materi tersebut memperlihatkan bahwa data Dasawisma memiliki fungsi yang jauh lebih besar daripada sekadar kelengkapan administrasi. Data yang baik dapat membantu mengenali kondisi keluarga dan menjadi informasi awal dalam menentukan keluarga yang membutuhkan perhatian maupun pendampingan.
Reses yang Menyentuh Persoalan di Tingkat Keluarga
Kehadiran ratusan kader dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kelompok masyarakat di tingkat paling dekat dengan keluarga memiliki peran penting dalam pembangunan.
![]() |
| Materi sosialisasi menjelaskan sejumlah data yang dihimpun kader Dasawisma, mulai dari data tempat tinggal, data keluarga hingga data warga. |
Di sinilah reses dapat mengambil ruang yang lebih substansial.
Aspirasi masyarakat memang menjadi bagian penting dari tugas anggota legislatif. Namun, memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola informasi dan memahami persoalan di lingkungannya juga menjadi investasi sosial yang tidak kalah penting.
Bagi kader Dasawisma, kemampuan membaca dan memperbarui data berarti memiliki bekal yang lebih baik untuk mengenali kondisi keluarga di wilayah masing-masing.
Bagi pemerintah, data yang lebih tertib dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk mendukung perencanaan program yang lebih tepat sasaran.
Yessi: Materi Jangan Berhenti di Ruang Pertemuan
Pada bagian akhir kegiatan, Hj. Yessi Endriani, S.M. menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme para kader yang mengikuti rangkaian kegiatan.
Ia mendorong agar pengetahuan yang diperoleh dalam sosialisasi tidak berhenti sebagai materi yang didengarkan di dalam ruang pertemuan, tetapi diterapkan di wilayah masing-masing.
Pesan tersebut menjadi penting karena keberhasilan digitalisasi tidak hanya ditentukan oleh aplikasi atau sistem yang digunakan. Faktor paling menentukan tetap berada pada manusia yang menjalankannya: kader yang mau belajar, teliti memasukkan data dan konsisten melakukan pembaruan.
![]() |
| Suasana Reses Perseorangan yang diikuti para kader Dasawisma di Hall Balaikota Bukittinggi. Kegiatan dirangkai dengan edukasi mengenai digitalisasi pendataan keluarga. |
Dengan demikian, reses kali ini membawa pesan yang cukup sederhana tetapi penting: menyerap aspirasi adalah bagian dari mendengar masyarakat, sementara membekali masyarakat adalah bagian dari memperkuat mereka.
Dan ketika Dasawisma mampu menghasilkan data keluarga yang lebih tertib, cepat dan akurat, manfaatnya diharapkan tidak hanya dirasakan kader, tetapi juga keluarga dan masyarakat secara lebih luas.
Penulis : Yane Yolanda
Editor : D'ane News ID-
D’ane News ID – Menyingkap Fakta di Tengah Peristiwa



