BREAKING NEWS

Dedi Fatria Serap Aspirasi Warga Garegeh, Jalan Berlubang hingga Pajak Mesin Air Jadi Sorotan Reses DPRD Bukittinggi

Dedi Fatria, S.H., M.H. menyampaikan sambutan saat Reses Masa Sidang III DPRD Kota Bukittinggi di Kelurahan Gregeh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kamis (6/8/2026).

BUKITTINGGI, D'ane News ID – Anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Dedi Fatria, S.H., M.H., menggelar kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun Sidang 2025/2026 di Kelurahan Garegeh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi secara langsung kepada wakil rakyatnya.

Reses dihadiri Camat Mandiangin Koto Selayan, unsur ninik mamak, Bundo Kanduang, alim ulama, cadiak pandai, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), para Ketua RT dan RW, serta tokoh masyarakat dan warga Kelurahan Gregeh yang tampak antusias mengikuti jalannya dialog.

Dalam sambutannya, Dedi Fatria menegaskan bahwa reses merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat, mendengar berbagai persoalan yang berkembang, sekaligus menyerap aspirasi sebagai bahan penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah.

"Reses bukan sekadar agenda rutin DPRD, tetapi menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan akan kami perjuangkan dalam pembahasan program pembangunan bersama Pemerintah Kota Bukittinggi," ujar Dedi Fatria.


Unsur pemerintah kecamatan, ninik mamak, Bundo Kanduang, LPM, serta tokoh masyarakat menghadiri kegiatan reses Dedi Fatria.


Suasana dialog berlangsung hangat dan interaktif. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah. Di antaranya perbaikan jalan yang belum diaspal, jalan lingkungan yang masih berlubang, kemacetan di kawasan Gregeh, dukungan terhadap kegiatan dasa wisma, hingga persoalan pajak mesin air yang dinilai memberatkan masyarakat.

Selain itu, sejumlah usulan juga berkaitan dengan peningkatan infrastruktur lingkungan, pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta berbagai kebutuhan sarana dan prasarana yang diharapkan dapat masuk dalam program pembangunan Kota Bukittinggi.


Suasana reses berlangsung interaktif dengan dialog terbuka antara masyarakat dan Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Dedi Fatria.


Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Dedi Fatria memastikan seluruh masukan masyarakat telah dicatat dan akan dibawa ke DPRD Kota Bukittinggi untuk diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia juga berkomitmen menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kota Bukittinggi dan instansi terkait agar berbagai kebutuhan mendesak masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

"Kami akan mengawal setiap aspirasi ini melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang dimiliki DPRD. Harapannya, berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat dapat memperoleh solusi dan memberikan manfaat nyata bagi warga," tegasnya.

Menurut Dedi, komunikasi yang baik antara masyarakat dengan wakil rakyat merupakan kunci dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan aspirasi demi kemajuan Kecamatan Mandiangin Koto Selayan dan Kota Bukittinggi secara keseluruhan.


Warga Kelurahan Gregeh antusias menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan lingkungan kepada Anggota DPRD Kota Bukittinggi.

Kegiatan reses ditutup dengan diskusi yang berlangsung penuh keakraban. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan besarnya harapan agar setiap aspirasi yang disampaikan tidak hanya menjadi catatan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk program pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

(Yane Yolanda | D'ane News ID)


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar