BREAKING NEWS

DI BALIK TEMBOK, SEMANGAT TAK IKUT TERKUNCI: Lapas Bukittinggi Buka Pekan Olahraga dan Seni HUT RI ke-81

Kepala Lapas Bukittinggi Nanang Rukmana membuka Pekan Olahraga dan Seni HUT RI ke-81 bersama warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Nanang Rukmana, membuka rangkaian Pekan Olahraga dan Seni dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (10/8/2026).

 BUKITTINGGI, D’ANE NEWS ID — Tembok boleh tinggi, pintu boleh berlapis, tetapi semangat menyambut kemerdekaan rupanya tak mengenal pagar.

Itulah yang terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi, Senin (10/8/2026), saat jajaran petugas bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti Upacara Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lapangan Lapas menjadi titik awal rangkaian kegiatan yang bukan sekadar soal siapa yang paling cepat, paling kuat, atau paling piawai menunjukkan bakat. Di balik berbagai perlombaan, terselip pesan sederhana: kemerdekaan juga bisa dirayakan melalui kebersamaan, disiplin, sportivitas dan kesempatan untuk terus memperbaiki diri.

Upacara pembukaan berlangsung tertib dan khidmat. Petugas dan WBP mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh disiplin sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus refleksi terhadap nilai-nilai kemerdekaan yang diwariskan hingga hari ini.

Jika di luar tembok kemerdekaan dirayakan dengan berbagai kemeriahan, di dalam Lapas semangat itu diterjemahkan melalui cara yang berbeda. Olahraga menjadi ruang untuk bergerak, seni menjadi ruang untuk berekspresi, sementara kebersamaan menjadi pengingat bahwa proses pembinaan tidak berhenti hanya karena seseorang sedang menjalani masa pidana.

Warga binaan Lapas Bukittinggi mengikuti lomba tarik tambang dalam Pekan Olahraga dan Seni HUT RI ke-81.
Warga Binaan Pemasyarakatan mengikuti lomba tarik tambang dalam rangkaian Pekan Olahraga dan Seni HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapas Kelas IIA Bukittinggi.

Pekan Olahraga dan Seni tersebut diharapkan menjadi wadah bagi WBP untuk menyalurkan minat dan bakat, sekaligus membangun kekompakan, kedisiplinan serta jiwa sportivitas.

Sebab, dalam sebuah pertandingan, menang bukan satu-satunya ukuran. Mampu bermain dengan aturan, menghargai lawan dan menerima hasil dengan lapang dada juga merupakan bagian dari pembelajaran.

Bagi lingkungan pemasyarakatan, kegiatan seperti ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kepribadian WBP. Semangat berkompetisi diarahkan agar tetap berada dalam koridor ketertiban dan kebersamaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Nanang Rukmana, mengatakan kegiatan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat persatuan dan kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.

“Melalui Pekan Olahraga dan Seni ini, kita berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap kegiatan dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menjaga ketertiban, serta menjadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting. Sebab olahraga bukan hanya perkara menang dan kalah. Di dalamnya ada disiplin, aturan, kerja sama dan kemampuan mengendalikan diri—nilai-nilai yang juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan.

Dengan dibukanya Pekan Olahraga dan Seni, rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapas Kelas IIA Bukittinggi resmi dimulai.


Peserta mengikuti lomba makan kerupuk dalam perayaan HUT RI ke-81 di Lapas Kelas IIA Bukittinggi.
Suasana meriah mewarnai perlombaan tradisional makan kerupuk yang diikuti peserta Pekan Olahraga dan Seni di Lapas Kelas IIA Bukittinggi.

Dari balik tembok pemasyarakatan, Merah Putih kembali menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya tentang ruang yang bebas tanpa batas.

Kadang, kemerdekaan juga berarti kesempatan untuk berubah, belajar, berkarya dan menyiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika waktunya kembali ke tengah masyarakat.

Dan di Lapas Bukittinggi, semangat itu kini dimulai dari sebuah lapangan olahraga—dengan peluit pertandingan, tepuk tangan, sportivitas, serta harapan bahwa setiap proses pembinaan selalu punya garis finish yang lebih baik.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar