Mandiangin Koto Selayan Mewakili Bukittinggi dalam Lomba Penilaian Posyandu Tingkat Propinsi Sumatera Barat
BUKITTINGGI, D’ane News ID – Kecamatan Mandiangin Koto Selayan membawa nama Kota Bukittinggi dalam Penilaian Posyandu dan Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 melalui dua perwakilan yang sebelumnya meraih predikat terbaik di tingkat Kota Bukittinggi.
Dua perwakilan tersebut yakni Posyandu Melati Kelurahan Campago Guguk Bulek untuk kategori Posyandu terbaik dan Kader Posyandu Merpati 2 Kelurahan Campago Ipuh untuk kategori Kader Posyandu terbaik.
Keduanya mengikuti tahapan penilaian tingkat Provinsi Sumatera Barat setelah ditetapkan sebagai perwakilan Kota Bukittinggi. Persiapan dilakukan melalui sinergi Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, kelurahan, Puskesmas Mandiangin, TP PKK Kecamatan serta lintas sektor dan masyarakat.
Kamis (27/8/2026), Camat Mandiangin Koto Selayan Fachrul Razi, SE, MM, Kp, bersama Lurah Campago Guguk Bulek H. Meida Al-Qamar, ST, dan Lurah Campago Ipuh Ath Thariq S., STP, mendampingi kader Posyandu Melati dan Kader Posyandu Merpati 2 dalam penyampaian ekspos atau pemaparan penilaian tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Menurut Fachrul, persiapan dilakukan untuk memastikan kedua perwakilan siap dari sisi administrasi, kelembagaan, pelayanan maupun kemampuan kader dalam menyampaikan berbagai kegiatan dan inovasi yang telah dilaksanakan.
“Kami melakukan pendampingan bersama TP PKK Kecamatan dan kelurahan serta pembinaan bersama Puskesmas Mandiangin untuk mempersiapkan seluruh dokumen dan administrasi Posyandu. Di samping itu, kami juga memastikan pelaksanaan pelayanan Posyandu di lapangan berjalan sesuai dengan ketentuan,” ujar Fachrul.
Pendampingan tersebut mencakup kesiapan profil Posyandu, struktur organisasi, buku administrasi, dokumentasi kegiatan hingga pelaksanaan pelayanan di lapangan, termasuk hari buka Posyandu, pelayanan lima meja, pencatatan, penyuluhan serta pemantauan kesehatan masyarakat.
Selain aspek administrasi dan pelayanan, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan juga memperkuat pemahaman kader terkait transformasi layanan primer, penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) serta pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu yang menjadi fokus penilaian tahun ini.
Fachrul menegaskan, persiapan tidak diarahkan sekadar memenuhi kebutuhan administratif menghadapi penilaian. Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan keberadaan Posyandu benar-benar memberikan pelayanan yang berkualitas dan berkelanjutan kepada masyarakat.
“Kami tidak ingin persiapan hanya bersifat administratif untuk menghadapi lomba, tetapi yang kami dorong adalah bagaimana Posyandu ini memang memberikan pelayanan yang berkualitas dan berkelanjutan kepada masyarakat,” katanya.
Sinergi Kecamatan, Kelurahan dan Puskesmas
Kepala Puskesmas Mandiangin dr. Rahmi Fadhila mengatakan, persiapan dari sisi Puskesmas diawali dengan advokasi kepada kelurahan dan kecamatan. Koordinasi dilakukan untuk memastikan dukungan terhadap Posyandu Melati dan Kader Posyandu Merpati 2 sebagai perwakilan Kota Bukittinggi.
Menurut dr. Rahmi, dukungan tersebut kemudian diwujudkan melalui sinergi antara Puskesmas, kelurahan dan kecamatan.
“Alhamdulillah kami mendapat dukungan penuh, mulai dari SK Tim Pembina, bantuan dana operasional dari Kelurahan, arahan teknis dan pembinaan dari Kecamatan, serta keterlibatan lintas sektor di tingkat Kelurahan dan Kecamatan,” ujar dr. Rahmi.
Ia menilai sinergi antarpihak menjadi bagian penting dalam memaksimalkan pembinaan sehingga Posyandu dan kader dapat tampil optimal dalam tahapan penilaian tingkat provinsi.
Dukungan tersebut juga memperlihatkan bahwa keberhasilan Posyandu tidak hanya bertumpu pada kader, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari Puskesmas, kelurahan, kecamatan hingga masyarakat.
Fokus pada Kualitas Pelayanan
Penilaian Posyandu dan Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat merupakan evaluasi terhadap pengelolaan dan pelayanan Posyandu berbasis masyarakat.
Aspek yang dinilai meliputi administrasi dan kelembagaan, pelaksanaan hari buka Posyandu, pelayanan lima meja, pencatatan, penyuluhan, kemampuan kader, sarana dan prasarana, inovasi serta peran serta masyarakat.
Penilaian juga memberikan perhatian pada transformasi layanan primer, penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) serta pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penilaian adalah kesesuaian antara materi ekspos yang disampaikan dengan kondisi nyata di lapangan. Artinya, pemaparan yang baik perlu didukung oleh pelaksanaan program dan pelayanan yang benar-benar berjalan di tengah masyarakat.
Penilaian tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan bersama lintas sektor terkait dan diikuti oleh perwakilan dari 16 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Bagi Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, keikutsertaan Posyandu Melati dan Kader Posyandu Merpati 2 menjadi momentum untuk menunjukkan hasil pembinaan sekaligus memperkuat komitmen peningkatan kualitas pelayanan Posyandu di wilayah kecamatan.
Fachrul berharap pengalaman mengikuti penilaian tingkat provinsi dapat memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi dua perwakilan yang mengikuti penilaian, tetapi juga bagi Posyandu lainnya di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.
“Keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil akhir atau peringkat yang diperoleh. Yang lebih penting adalah pengalaman mengikuti penilaian tingkat provinsi ini dapat menjadi motivasi bagi kader untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap Posyandu Melati dan Kader Posyandu Merpati 2 dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi Posyandu lainnya di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan untuk terus meningkatkan administrasi, kapasitas kader, inovasi pelayanan serta keterlibatan masyarakat.
Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Kecamatan Mandiangin Koto Selayan bersama kelurahan dan Puskesmas Mandiangin dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat serta membawa nama baik Kecamatan Mandiangin Koto Selayan dan Kota Bukittinggi di tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Penulis : Yane Yolanda
Editor. : D'ane News ID-
D’ane News ID – Menyingkap Fakta di Tengah Peristiwa.


