BREAKING NEWS

Kasatlantas Bukittinggi: Jangan Tertib Hanya Saat Ada Polisi, Keselamatan Harus Jadi Budaya

 

Kasatlantas Polresta Bukittinggi AKP Muhammad Irsyad Fatchur Rachman menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas dalam Operasi Patuh Singgalang 2026. 



BUKITTINGGI, D’ANE NEWS ID — Ada satu pesan yang ingin ditegaskan Satlantas Polresta Bukittinggi dalam Operasi Patuh Singgalang 2026: jangan menunggu kehadiran polisi untuk mematuhi aturan lalu lintas.

Sebab, keselamatan di jalan raya bukan sekadar urusan menghindari tilang. Ada nyawa yang dipertaruhkan, ada pengguna jalan lain yang harus dilindungi, dan ada keluarga yang menanti kepulangan orang-orang tercinta.

Kasatlantas Polresta Bukittinggi, AKP Muhammad Irsyad Fatchur Rachman, menegaskan bahwa operasi yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 tersebut mengedepankan edukasi dan pencegahan, tanpa mengesampingkan penegakan hukum terhadap pelanggaran yang membahayakan.

Mengacu pada arahan Dirlantas Polda Sumatera Barat, terdapat tujuh prioritas pelanggaran. Di antaranya tidak menggunakan helm berstandar SNI, melawan arus, menggunakan telepon genggam saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor, serta tidak menggunakan sabuk keselamatan.

“Jangan menggunakan helm hanya karena ada polisi, dan jangan mematuhi aturan hanya ketika ada petugas,” tegas Irsyad kepada D’ane News ID.

Edukasi Didahulukan, Penindakan Tetap Berjalan

Dalam pelaksanaannya, Satlantas akan memperkuat sosialisasi, imbauan keselamatan, pengawasan di titik rawan pelanggaran, kemacetan dan kecelakaan, serta pemeriksaan kelengkapan dan kelaikan kendaraan angkutan umum, termasuk angkot, angdes, bus, dan travel.

Irsyad juga menjelaskan bahwa penindakan di Bukittinggi masih menggunakan tilang manual karena ETLE belum aktif dan belum tersedia untuk digunakan. Menurutnya, penindakan menjadi langkah terakhir, khususnya terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan.

Pengawasan diprioritaskan di sejumlah jalan utama, di antaranya Jalan Sudirman dan Jalan Soekarno-Hatta. Satlantas juga merencanakan razia gabungan pada minggu kedua operasi, setelah edukasi dan imbauan kepada masyarakat dilaksanakan.

Upaya membangun kesadaran turut menyasar kalangan pelajar. Pada hari pertama operasi, Kapolresta Bukittinggi memberikan imbauan tentang kesadaran berlalu lintas kepada siswa SMP Negeri 1 Bukittinggi.


Kapolresta Bukittinggi bersama Dandim 0304/Agam saat pemeriksaan barisan dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Singgalang 2026, Senin (26/10/2026).

Bukan Takut Ditilang, tetapi Sadar Akan Keselamatan

Bagi Satlantas Polresta Bukittinggi, keberhasilan operasi tidak hanya berkaitan dengan penindakan terhadap pelanggar, tetapi juga tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat diajak menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kepatuhan ketika melihat petugas.

“Tujuan kita sederhana, berangkat dengan selamat dan kembali ke rumah dengan selamat, karena ada keluarga tercinta yang menunggu kita di rumah,” ujar Irsyad.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan membawa tanggung jawab. Mematuhi aturan bukan hanya melindungi diri sendiri, melainkan juga menjaga keselamatan orang lain.

Sebab, tertib berlalu lintas yang sesungguhnya bukan ketika polisi sedang mengawasi, melainkan ketika kesadaran tetap hadir meski tak seorang pun sedang memperhatikan.

( Yane Yolanda | D'ane News ID- )

D’ane News ID — Menyingkap Fakta di Tengah Peristiwa.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar