PB Porprov Pastikan Sepak Bola Bukittinggi Tidak Didaftarkan, KONI Belum Beri Penjelasan
Yane Yolanda | D’ane News ID
![]() |
| Plt Ketua PSSI Kota Bukittinggi Dolly Ivonne saat menyampaikan keterangan dalam kegiatan sepak bola di Bukittinggi. |
BUKITTINGGI, D'ANE NEWS ID — Teka-teki tidak tampilnya cabang sepak bola Kota Bukittinggi pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026 mulai menemukan titik terang.
Setelah sebelumnya PSSI Kota Bukittinggi menyampaikan adanya proses penyerahan database pemain dan berkas verifikasi, D’ane News ID melakukan penelusuran kepada pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan proses pendaftaran Porprov.
Hasilnya, Asprov PSSI Sumatera Barat dan PB Porprov XVI Sumbar sama-sama menyatakan bahwa cabang sepak bola Bukittinggi tidak didaftarkan oleh KONI Kota Bukittinggi.
Namun, alasan mengapa cabang sepak bola tersebut tidak didaftarkan hingga kini belum mendapatkan penjelasan dari KONI Kota Bukittinggi.
Asprov: Status PSSI Bukittinggi Tidak Bermasalah
Dalam konfirmasi kepada D’ane News ID, Asprov PSSI Sumatera Barat menjelaskan bahwa PSSI Kota Bukittinggi berstatus sebagai anggota PSSI Sumbar, sebagaimana 18 kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat.
Asprov juga menyatakan bahwa pemberitahuan mengenai keikutsertaan pada Porprov telah disampaikan kepada PSSI Sumbar.
Menurut Asprov, persoalan pendaftaran cabang olahraga ke Porprov bukan berada pada PSSI, melainkan menjadi kewenangan KONI kabupaten/kota.
Setelah cabang olahraga didaftarkan oleh KONI, barulah PSSI menjalankan proses teknis, termasuk memastikan kelengkapan administrasi pemain sesuai regulasi.
Asprov menegaskan, dari sisi status keanggotaan PSSI Bukittinggi tidak terdapat persoalan.
Bahkan, menurut Asprov, apabila sepak bola Bukittinggi didaftarkan oleh KONI dan memenuhi persyaratan administrasi, proses selanjutnya dapat dilakukan bersama PSSI sesuai ketentuan.
PB Porprov Membenarkan: Statusnya “Tidak Didaftarkan”
Untuk memastikan informasi tersebut, D’ane News ID kemudian melakukan konfirmasi langsung kepada PB Porprov XVI Sumatera Barat.
Pihak PB Porprov membenarkan bahwa cabang sepak bola Kota Bukittinggi berstatus “tidak didaftarkan” oleh KONI Kota Bukittinggi pada Porprov XVI Sumbar 2026.
PB Porprov juga memastikan bahwa dalam data mereka tidak terdapat status administrasi lain terkait pendaftaran sepak bola Bukittinggi.
Artinya, status sepak bola Bukittinggi bukan tercatat sebagai cabang yang gugur dalam proses verifikasi atau dinyatakan tidak memenuhi persyaratan setelah mendaftar.
Status yang tercatat adalah tidak didaftarkan.
PB Porprov juga menjelaskan bahwa seluruh proses pendaftaran tercatat melalui satu pintu pada Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi/Penanggung Jawab IT SiRimau.
Dengan demikian, berdasarkan data yang berada pada sistem PB Porprov, status pendaftaran sepak bola Bukittinggi dapat dipastikan.
Lantas, Bagaimana dengan Berkas yang Diserahkan PSSI?
Temuan tersebut menjadi menarik karena sebelumnya PSSI Kota Bukittinggi telah menunjukkan sejumlah dokumen terkait persiapan Porprov.
Dokumen yang diterima D’ane News ID mencatat adanya penyerahan database manager dan pemain sepak bola serta futsal pada 11 September 2026.
![]() |
| Surat PSSI Kota Bukittinggi Nomor 015/PSSI-BKT/A/IX/2026 tertanggal 26 September 2026 tentang permohonan kejelasan status keikutsertaan Porprov XVI Sumbar 2026. |
Kemudian pada 19 September 2026, PSSI kembali menyerahkan berkas melalui Tanda Terima Berkas Verifikasi II.
PSSI juga mengirimkan surat Nomor 015/PSSI-BKT/A/IX/2026 tertanggal 26 September 2026 kepada KONI Kota Bukittinggi untuk meminta kejelasan status keikutsertaan Porprov.
Menurut penjelasan Plt Ketua PSSI Kota Bukittinggi, Dolly Ivonne, surat tersebut dibuat pada 26 September dan baru diserahkan kepada KONI Bukittinggi pada 28 September 2026.
Dengan adanya dokumen-dokumen tersebut, muncul pertanyaan mengenai di mana posisi berkas PSSI dalam keseluruhan proses pendaftaran kontingen Bukittinggi ke PB Porprov.
Sebab, menurut PB Porprov, pada sistem pendaftaran tidak terdapat pengajuan cabang sepak bola Bukittinggi dari KONI Kota Bukittinggi.
KONI Bukittinggi Belum Memberikan Penjelasan
Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, D’ane News ID telah menghubungi KONI Kota Bukittinggi dan meminta penjelasan mengenai status tersebut.
Pertanyaan yang disampaikan antara lain mengenai alasan cabang sepak bola tidak didaftarkan, apakah KONI menerima database dan berkas dari PSSI Bukittinggi, serta apakah terdapat persoalan administrasi atau pertimbangan lain yang menjadi dasar keputusan tersebut.
Namun hingga berita ini disusun, KONI Kota Bukittinggi belum memberikan tanggapan.
D’ane News ID tetap membuka ruang klarifikasi bagi KONI Bukittinggi untuk menjelaskan proses dan pertimbangan yang melatarbelakangi tidak didaftarkannya cabang sepak bola tersebut.
Bukan Soal Status PSSI
Dari rangkaian konfirmasi yang diperoleh sejauh ini, satu hal telah mendapatkan penjelasan dari Asprov PSSI Sumbar dan PB Porprov: status PSSI Bukittinggi sebagai anggota PSSI Sumbar tidak bermasalah.
Persoalan yang kini menjadi pertanyaan justru berada pada tahapan pendaftaran cabang sepak bola ke Porprov.
PSSI menyatakan telah menyiapkan data dan berkas.
![]() |
| Tanda Terima Berkas Verifikasi II PSSI Kota Bukittinggi yang mencatat penyerahan database manager dan pemain sepak bola serta futsal untuk Porprov XVI Sumbar 2026. |
Asprov PSSI Sumbar menyatakan kewenangan pendaftaran berada pada KONI kabupaten/kota.
PB Porprov memastikan dalam sistem pendaftarannya, sepak bola Bukittinggi berstatus tidak didaftarkan.
Sementara alasan dan proses pengambilan keputusan dari pihak KONI Bukittinggi masih menunggu penjelasan.
Karena itu, pertanyaan berikutnya menjadi semakin spesifik:
Mengapa cabang sepak bola Bukittinggi tidak didaftarkan ke PB Porprov, sementara PSSI Bukittinggi telah menyiapkan dan menyerahkan database serta berkas verifikasi?
Jawaban atas pertanyaan tersebut kini berada pada KONI Kota Bukittinggi.
D’ane News ID akan terus mengikuti perkembangan informasi ini dan memberikan ruang yang sama bagi pihak KONI Bukittinggi apabila menyampaikan klarifikasi resmi.
D’ane News ID — Menyingkap Fakta di Tengah Peristiwa.


